manfaat garcinia cambogia

0
872

Garcinia cambogia ialah buah yang hidup di musim tropis yang dikenal dengan nama malabar tamarind (asam malabar). Belakangan ini, pamor ekstrak garcinia cambogia sedang naik daun sebagai suplemen alami penurun berat badan. Mereka yang percaya berasumsi bahwa suplemen ini bekerja menghambat kerja tubuh untuk menciptakan lemak sekaligus menurunkan nafsu makan. Di samping itu, guna lainnya yang juga diandalkan ialah mengawal kadar gula darah dan kolesterol tetap terkendali.

Apa kata dunia medis tentang suplemen yang sedang viral di dunia maya ini? Benarkah bermanfaat, atau melulu janji manis iklan saja?

Apakah suplemen garcinia cambogia efektif menurunkan berat badan?

Dirangkum dari sekian banyak penelitian, buah garcinia cambogia berisi senyawa aktif asam hidroksisititer, atau HCA, yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh untuk menghanguskan lemak. HCA pun dapat menambah kadar serotonin kimia dalam otak, yang dapat mengendalikan rasa lapar.

Catherine Ulbricht, apoteker senior di Massachusetts General Hospital di Boston dan di antara pendiri Natural Standard Research Collaboration, mengaku bahwa sejumlah penelitian telah mengindikasikan bahwa HCA dapat menghentikan enzim yang mengolah gula menjadi lemak.

Meski begitu, dunia medis masih belum sepenuhnya teryakinkan tentang efektivitas HCA guna menurunkan berat badan. Sejauh ini, guna HCA guna menghambat pengolahan gula menjadi lemak melulu baru diperlihatkan lewat riset pada tikus lab.

Studi yang dilaksanakan pada insan justu mengindikasikan hasil yang bertentangan. Ketika mencocokkan dua kumpulan partisipan — satu diminta teratur minum suplemen Garcinia cambogia, sedangkan satunya lagi mengonsumsi pil kosong — kesebelasan peneliti tidak mengejar adanya penurunan berat badan sama sekali pada kedua kumpulan tersebut.

Masih diperlukan lebih tidak sedikit lagi riset skala besar yang difokuskan pada insan untuk benar-benar memperlihatkan kemanjuran suplemen garcinia cambogia sebagai suplemen penurun berat badan. Ulbricht juga menambahkan bahwa masing-masing produsen suplemen ini mempunyai takaran takaran HCA yang berbeda-beda, sampai-sampai sulit guna dilacak dan dijamin efektivitas yang sebenarnya.

Tes laboratorium baru-baru ini bahkan menunjukkan banyak sekali produk suplemen Garcinia cambogia yang dipasarkan secara online berisi takaran HCA yang jauh lebih tidak banyak daripada klaim di labelnya.

Lalu, apakah Garcinia cambogia aman dikonsumsi?

Sebuah uji klinis telah mengindikasikan bahwa mengonsumsi ekstrak Garcinia cambogia aman, paling tidak sekitar 12 minggu atau selama riset berlangsung. Tetapi Anda butuh berhati-hati sebab buah ini mempunyai efek menurunkan gula darah yang dapat berinteraksi negatif pada orang yang sedang dalam perawatan diabetes.

Di samping itu, belum ada riset yang menganalisis efek buah ini pada perempuan hamil dan menyusui. Ulbricht pun menekankan buah ini memungkinkan mempunyai efek samping merugikan untuk penderita Alzheimer dan penyakit kepikunan lainnya.

Pada tahun 2009, Food and Drugs Administration menerbitkan peringatan ketenteraman setelah menerima lebih dari 20 laporan efek samping berat, termasuk kehancuran hati, pada orang yang memakai suplemen Hydroxycut. Suplemen ini berisi ekstrak Garcinia dan senyawa lainnya, tergolong krom polimikotinat dan ekstrak sylvestre gymnema.

Garcinia cambogia dapat merusak hati andai dikonsumsi sembarangan
Sebuah studi permasalahan yang diterbitkan pada tahun 2016 di World Journal of Gastroenterology oleh Keri E. Lunsford, dkk., mengejar bahwa esktrak Garcinia cambogia dapat mengakibatkan kegagalan hati serius sampai memerlukan tranplantasi. Kelompok orang yang dianalisis melaporkan telah mengonsumsi suplemen itu selama sejumlah bulan sebelum mengalami kehancuran pada livernya, dan suplemen ini pun adalahsatu-satunya obat yang sedang dikonsumsi oleh mereka.

Para periset mengadukan bahwa ini ialah kasus kesatu kegagalan hati akut yang dikaitkan dengan Garcinia cambogia. Namun, dibutuhkan lebih tidak sedikit penelitian berhubungan untuk meyakinkan apakah suplemen ini menjadi penyebab utama dari kehancuran tersebut atau tidak.

Terlepas dari tersebut semua, orang yang hendak mengonsumsi suplemen ini perlu memahami potensi risiko dan efek samping yang barangkali ditimbulkan. Yang terpenting, konsultasikan dulu dengan dokter andai Anda tertarik untuk mengupayakan suplemen makanan apapun, tergolong Garnicia cambogia. Pasalnya, tidak seluruh obat herbal aman guna dikonsumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here